
Lombok – Menjadi petugas haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga amanah besar yang menuntut tanggung jawab penuh dalam melayani jemaah. Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, saat memberikan pembekalan kepada Petugas PPIH Kloter Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Menurut Harun, setiap petugas harus meluruskan niat sejak awal bahwa keberangkatan mereka ke Tanah Suci adalah ibadah sekaligus tugas pelayanan.
“Keberangkatan saya sebagai petugas haji ini adalah ibadah, tapi saya juga harus bekerja,” ujar Harun di Lombok, Senin (9/2/2026).
Ia mengingatkan, semangat beribadah tidak boleh mengalahkan tanggung jawab utama sebagai pelayan jemaah. Ibadah pribadi, kata dia, tidak akan bernilai jika dilakukan dengan mengabaikan tugas, meninggalkan pos pelayanan, atau terlalu banyak menghabiskan waktu untuk ibadah sunnah maupun ibadah wajib yang menyebabkan jemaah terlantar.
“Jangan sampai karena ingin memperbanyak ibadah, justru jemaah tidak terlayani. Itu keliru,” tegasnya.
Meski demikian, Harun menegaskan bahwa petugas tetap bisa memanfaatkan waktu luang untuk beribadah, seperti saat menunggu distribusi konsumsi, menunggu kedatangan jemaah di pemondokan, atau saat jeda sebelum kedatangan transportasi.
Lebih lanjut, ia mengajak para petugas untuk mensyukuri kesempatan menjadi pelayan tamu Allah. Menurutnya, jutaan umat Islam di Indonesia mendambakan bisa berangkat ke Tanah Suci, sementara para petugas mendapat kesempatan istimewa sekaligus amanah besar.
Ia pun mengingatkan firman Allah, “La’in syakartum la’azidannakum, wa la’in kafartum inna ‘adzabi lasyadid” yang artinya barang siapa bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat, dan barang siapa kufur, maka azab Allah sangat pedih.
“Petugas ini orang-orang terpilih. Jangan disia-siakan. Jangan sampai membuat Allah murka, jangan sampai membuat malaikat kecewa,” ucapnya.
Dalam arahannya, Harun juga menekankan bahwa kinerja petugas akan dipantau langsung selama pelaksanaan haji. Ia menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas bagi petugas yang tidak menjalankan tugas dengan baik.
“Petugas tahun ini harus benar-benar bekerja dengan baik. Kalau tidak, saya akan awasi dan bisa saya pulangkan sebelum waktunya,” katanya.
Petugas kloter, lanjut Harun, tidak hanya bertugas mendampingi, tetapi juga harus mampu memimpin, mengambil keputusan cepat, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lapangan.
Ia turut mengingatkan bahwa para petugas telah bersumpah menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, meninggalkan keluarga demi tugas mulia, serta wajib menjaga akhlak selama bertugas.
“Sebagai petugas yang meninggalkan keluarga, harus menjaga jarak dengan lawan jenis. Jika sampai melakukan hal yang tidak terpuji, akan saya pulangkan,” tandas Harun.
(Kontributor: Rafi)


























