oleh

Herry Yap Nilai Program Strategis Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Layanan Haji

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji melalui berbagai program strategis yang terintegrasi dan berorientasi pada kenyamanan jemaah. Program Strategis Layanan Haji ini menjadi langkah nyata dalam memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji berjalan lebih efektif, transparan, serta memberikan pengalaman ibadah yang aman dan khusyuk bagi masyarakat.

Dalam hal ini, Kementerian Haji dan Umrah mengambil peran penting sebagai leading sector dalam penyusunan kebijakan, koordinasi lintas lembaga, serta penguatan sistem pelayanan haji yang lebih profesional dan berkelanjutan. Kementerian ini terus mendorong pembenahan tata kelola penyelenggaraan haji agar semakin adaptif terhadap kebutuhan jemaah serta dinamika pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, yang menyampaikan empat program strategis layanan haji dalam kegiatan Manasik Haji Nasional yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/2). Dalam kesempatan tersebut, Menteri Irfan menekankan bahwa transformasi layanan haji menjadi agenda prioritas pemerintah demi memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah telah menetapkan empat program strategis utama sebagai fokus pembenahan penyelenggaraan haji ke depan. Empat program strategis tersebut meliputi penurunan biaya haji, penataan kebijakan waiting list, penguatan ekspor produk Indonesia untuk kebutuhan haji, serta pembangunan Kampung Haji sebagai pusat layanan jemaah Indonesia di Arab Saudi.

Program penurunan biaya haji menjadi salah satu prioritas agar pelaksanaan ibadah haji semakin terjangkau bagi masyarakat tanpa mengurangi kualitas layanan. Sementara itu, penataan kebijakan waiting list dilakukan untuk menciptakan sistem antrean yang lebih adil, transparan, dan berbasis data sehingga calon jemaah mendapatkan kepastian keberangkatan yang lebih baik.

Selain aspek pembiayaan dan regulasi, Kementerian Haji dan Umrah juga mendorong penguatan ekspor produk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah selama di Tanah Suci. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kemandirian logistik haji, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha nasional.

Adapun pembangunan Kampung Haji dirancang sebagai pusat layanan terpadu bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi. Kampung Haji ini diharapkan menjadi fasilitas strategis yang mendukung akomodasi, konsumsi, layanan kesehatan, serta berbagai kebutuhan jemaah secara lebih terintegrasi.

Program Strategis Layanan Haji ini juga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Praktisi hukum Herry Yap, SH., C.C.L., dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi pada Minggu (15/2/2026) menyampaikan dukungannya terhadap langkah strategis yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah. Ia menilai program tersebut merupakan bentuk pembenahan tata kelola yang penting untuk menjamin pelayanan haji yang lebih transparan, profesional, dan berpihak kepada kepentingan jemaah.

Menurutnya, upaya penurunan biaya haji, penataan waiting list, hingga pembangunan Kampung Haji merupakan kebijakan progresif yang perlu dikawal bersama agar dapat terlaksana secara optimal. Ia juga menekankan pentingnya penguatan regulasi serta pengawasan publik dalam mendukung keberhasilan transformasi layanan haji.

Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada penguatan manasik haji sebagai bekal spiritual dan teknis bagi calon jemaah. Bimbingan manasik dilakukan secara lebih intensif dengan melibatkan pembimbing profesional serta memanfaatkan teknologi informasi agar materi dapat diakses lebih luas dan mudah dipahami.

Program Strategis Layanan Haji juga menekankan pentingnya pelayanan yang ramah lansia dan kelompok rentan. Dengan jumlah jemaah lanjut usia yang cukup tinggi setiap tahunnya, berbagai fasilitas pendukung terus disiapkan, termasuk pendampingan khusus, layanan kesehatan prioritas, hingga kemudahan mobilitas di lokasi-lokasi ibadah.

Melalui upaya ini, Kementerian Haji dan Umrah berharap penyelenggaraan ibadah haji dapat berjalan semakin baik, sekaligus mencerminkan pelayanan publik yang profesional dan berintegritas. Program strategis ini menjadi bagian dari ikhtiar besar untuk menghadirkan pelayanan haji yang lebih manusiawi, berkualitas, dan sesuai dengan harapan umat.

Ke depan, Program Strategis Layanan Haji akan terus dievaluasi dan dikembangkan agar mampu menjawab tantangan penyelenggaraan haji yang semakin kompleks, sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia.

(Kontributor: Rafi)

Bagikan