
Makassar – Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) menggelar konferensi pers terkait Upaya Penggagalan Pendistribusian BBM Jenis Solar Ilegal Jaringan Sindikat BBM di Wilayah Makassar bertempat di Lobi Markas Kodaeral VI, Rabu (25/02/2026).
Konferensi pers tersebut digelar menyusul kejadian yang berlangsung pada Minggu dini hari tanggal 22 Februari 2026 sekitar pukul 00.06 WITA di perairan Makassar dan kawasan pergudangan Tamalanrea Makassar.
Saat pelaksanaan Konferensi Pers, Komandan Kodaeral Angkatan Laut VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., menyampaikan Konferensi Pers ini di gelar berkaitan dengan penangkapan 2 (dua) Kapal Self Propelled Oil Barge (SPOB) yaitu SPOB Sania dan SPOB Sukses Rahayu 999 yang berhasil atas informasi dan kerja keras Tim Intelijen Kodaeral VI yang telah melaksanakan pengintaian Sabtu tanggal 21 Februari 2026 sampai dengan pelaksanaan penangkapan pada hari Minggu dini hari tanggal 22 Februari 2026.
“Dari laporan intelijen tersebut, kemudian saya menugaskan Tim Reaksi Cepat Kodaeral VI pada tanggal 22 Februari 2026 di siang hari untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap SPOB yang dicurigai melaksanakan kegiatan illegal penyalah gunaan BBM bersubsidi, sehingga pada sore harinya dilaksanakan pemeriksaan terhadap ke 2 (dua) SPOB ini dan ternyata ditemukan muatan pengisian BBM yang tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah”, ujar Dankodaeral VI.
Dankodaeral VI mengatakan dari hasil penelusuran bahwa ternyata BBM yang dimuat ini berasal dari darat yaitu di distribusikan dari 7 mobil tangki. Selanjutnya, ke 7 (tujuh) mobil tangki yang baru saja selesai melaksanakan pendistribusian ke 2 (dua) SPOB tersebut telah diamankan oleh Tim Reaksi Cepat Kodaeral VI.
“Saat ini, ke 2 (dua) SPOB dan ke 7 (tujuh) mobil tangki yang di duga melaksanakan pendistribusian BBM Ilegal tersebut kami amankan di Kodaeral VI dan untuk menguatkan dugaan terhadap kasus ini, kami telah melaksanakan gelar perkara untuk menguatkan dasar hukum yang jelas kasus dugaan pendistribusian BBM Ilegal ini”, kata Dankodaeral VI.
Selanjutnya, Dankodaeral VI menegaskan bahwa Kasus ini akan diproses lebih lanjut melalui tahap penyelidikan mendalam sebelum kami limpahkan kepada penyidik Polda Sulsel untuk proses hukum selanjutnya.
Hadir dalam acara ini, Asintel Kasal Laksamana Muda (Laksda) TNI Akmal, S.A.P., M.M., M.Tr.Opsla., Asops Dankodaeral VI, Asintel Dankodaeral VI, Kadiskum Kodaeral VI, Dansatrol Kodaeral VI, serta perwakilan dari Polda Sulsel, ESDM Sulsel, Syahbandar Utama Makassar dan Pertamina Patra Niaga Regional Sulsel.
(Kontributor: Arif)


























