oleh

Komandan Lantamal V Pimpin Upacara Upacara 17-an di Mako Lantamal V

PB|Surabaya – Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Surabaya Laksamana Pertama TNI Edwin, S.H., memimpin pelaksanaan Upacara Tujuhbelasan di lapangan upacara Yos Sudarso Markas Komando Lantamal V Surabaya jalan Laksda M. Nasir no 56 Tanjung Perak Surabaya, Selasa (17/4).

Dalam pelaksanaan upacara kali ini, ada sedikit yang berbeda karena semua yang terlibat khususnya panitia semuanya adalah wanita. Hal ini semata-mata untuk mengenang jasa R.A.Kartini yang dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 di Jepara.

Komandan upacara dipercayakan kepada Mayor Laut (K/W) Diah S., perwira upacara dipercayakan kepada Lettu Lau (K/W) Siti Hazami, pembawa acara dipercayakan kepada Sertu Apm/W Noveny RS termasuk ADC Inspektur Upacara dipercayakan kepada Sertu Rum Mareska. Sedangkan pembaca UUD 1945 dipercayakan kepada Lettu Laut (K/W) drg Dian DP., pengucap Sapta Marga dipercayakan kepada Sertu Apm/W Mirna Ayu S. dan tiga orang pengibar bendera merah putih masing-masing adalah Serka Apm/W Pipiet Indijani, Serta Apm/W Yuliana, Serta Apm/W Diah Putri A.

Komandan Lantamal V yang membacakan amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.Ip., menyatakan dunia selalu berkembang dan berubah seiring dengan kemajuan yang dicapai oleh umat manusia. Perubahan dan perkembangan tersebut dapat secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia.

Perkembangan yang cepat membuat tantangan tugas bagi TNI semakin kompleks dan menuntut kemampuan beradaptasi dan inovasi. Karena itu kita harus senantiasa memperhatikan perkembangan lingkungan, baik nasional, regional maupun global, guna memahami segala hal yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan tugas.

Salah satu tantangan yang akan kita hadapi dalam waktu dekat adalah Pilkada serentak di 171 daerah di seluruh wilayah Indonesia. Pada tahun ini pula rangkaian Pemilu 2019 akan dimulai. Pesta demokrasi tersebut biasanya akan diiringi dengan meningkatnya suhu politik di tanah air.

Kerawanan akan timbul bila hal itu dibarengi dengan berbagai tindakan kontra produktif seperti kampanye hitam dan provokasi serta pengerahan massa yang anarkis.

Prajurit TNI juga harus menjaga netralitasnya. Hal ini tidak henti-hentinya saya tekankan karena TNI adalah institusi strategis yang memiliki jangkauan sampai ke pelosok nusantara dan mendapat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. Karenanya tugas TNI untuk mengamankan dan menjamin suksesnya pesta demokrasi tidak boleh dirusak oleh sikap yang tidak netral. 

Bila kita cermati bersama perkembangan di berbagai belahan dunia, terlihat bahwa spektrum ancaman dan perang serta teknologi yang digunakan telah semakin kompleks. Negara-negara yang terlibat tidak lagi hanya terpaku pada satu spektrum ancaman tetapi sudah menghadapi berbagai bentuk ancaman pada saat yang bersamaan. Saat terlibat perang di Timur Tengah dengan menggunakan segenap alutsista canggih yang memanfaatkan network centric warfare, negara-negara itu masih harus menghadapi ancaman lain, termasuk di dalam negeri. Isu-isu rasial, separatis, kesenjangan sosial, perbatasan, serangan siber, bahkan perang dagang berupa pengenaan tarif tertentu terhadap produk negara lain harus dapat ditangani secara bersamaan.

Tanpa adanya ketahanan nasional yang kuat, bukan hal yang mustahil ancaman bertubi-tubi semacam itu dapat merongrong stabilitas suatu negara yang pada akhirnya membahayakan kedaulatan dan keutuhan negara yang bersangkutan. Tanpa komponen-komponen bangsa yang solid, ancaman bertubi-tubi semacam itu akan mengganggu stabilitas negara dan pada akhirnya menggoyahkan kemampuan negara itu untuk berdiri tegak. Satu hal yang dapat mendukung ketahanan nasional yang kuat adalah soliditas dan kekompakan segenap komponen bangsa dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

TNI selaku bagian dari komponen itu perlu membina soliditas, sinergi, dan kekompakan, dari tingkat pusat sampai daerah. Ego sektoral dan premordialisme sempit harus dibuang jauh-jauh karena hanya dengan bersatu, bergerak bersama-sama, maka Indonesia akan dapat menjawab dan menghadapi setiap potensi yang mengancam kedaulatan, keutuhan, maupun keselamatan bangsa dan negara.

Setiap prajurit dan PNS TNI adalah bagian dari komponen bangsa itu yang memegang peran sebagai bagian dari organisasi TNI serta anggota masyarakat. Karena itu laksanakanlah tugas dengan sebaik-baiknya karena tugas adalah kehormatan. Sesederhana apapun tugas dan peran itu sesungguhnya tidak lagi sederhana karena merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari peran TNI.

Tunaikanlah apa yang menjadi tanggung jawab masing-masing dengan tulus dan ikhlas karena pada hakikatnya hal tersebut adalah ibadah. Sebagai bagian dari masyarakat, prajurit dan PNS TNI harus menjadi komponen yang menyatu tak terpisahkan, bersifat membangun, membawa nilai positif, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Upcara bendera tersebut dihadiri oleh  Wadan Lantamal V Kolonel Marinir C.T. Oktavianus Sinaga, para Asisten Danlantamal V, para Kasatker dan Kadis jajaran Lantamal V serta para perwira staf.(Dispenlantamal V|red)

Bagikan

Baca Juga