oleh

Koramil 05 Rungkut Berikan Materi Wasbang di Makam Bung Tomo Surabaya

wasbang-di-makan-bung-tomo-1 PB | Surabaya – Koramil 05/0831 Rungkut – Surabaya melaksanakan kegiatan pemberian materi terhadap kurang lebih 70 siswa/siswi SDI Alqoiriah Wonorejo kecamatan Rungkut Surabaya tidak seperti pada umumnya (Minggu, 9/10/16). Wawasan Kebangsaan tersebut di lakukan langsung di lokasi makam pejuang kemerdekaan yakni di area Makam Pahlawan Bung Tomo yang dilanjutkan ke makam WR. Soepratman Surabaya.

Wawasan kebangsaan lahir ketika bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan, seperti penjajahan oleh Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Perjuangan bangsa Indonesia yang waktu itu masih bersifat lokal ternyata tidak membawa hasil, karena belum adanya persatuan dan kesatuan, sedangkan di sisi lain kaum colonial terus menggunakan politik “devide et impera”. Kendati demikian, catatan sejarah perlawanan para pahlawan itu telah membuktikan kepada kita tentang semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah padam dalam usaha mengusir penjajah dari Nusantara.wasbang-di-makan-bung-tomo-2
Dalam perkembangan berikutnya, muncul kesadaran bahwa perjuangan yang bersifat nasional, yakni perjuangan yang berlandaskan persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia akan mempunyai kekuatan yang nyata.
Kesadaran tersebut kemudian mendapatkan bentuk dengan lahirnya pergerakan Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang merupakan tonggak awal sejarah perjuangan bangsa yang bersifat nasional itu, yang kemudian disusul dengan lahirnya gerakan-gerakan kebangsaan di bidang politik, ekonomi/perdagangan, pendidikan, kesenian, pers dan kewanitaan.
Komandan Koramil Rungkut Mayor. Inf. Supriyo Triwahono Mengatakan, “Tekad perjuangan itu lebih tegas lagi dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dengan ikrar “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia”.
Wawasan kebangsaan tersebut kemudian mencapai satu tonggak sejarah, bersatu padu memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Dalam perjalanan sejarah itu telah timbul pula gagasan, sikap, dan tekad yang bersumber dari nilai-nilai budaya bangsa serta disemangati oleh cita-cita moral rakyat yang luhur”. (dan-05/mark/red)

 

Bagikan

Baca Juga