
Depok – Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok melaksanakan kegiatan Bimbingan Manasik Haji Nasional bagi calon jamaah haji Kecamatan Tapos. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Jami Dhuyufur Rahman, Kecamatan Tapos, Kota Depok, pada Minggu (15/2/2026).
Manasik tersebut disambut dengan antusias tinggi oleh para calon jamaah sebagai bagian penting dari persiapan sebelum menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Sejak pagi hari, calon jamaah hadir dengan penuh semangat untuk mengikuti rangkaian bimbingan yang memberikan pembekalan mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat. Materi manasik mencakup pemahaman tentang rukun dan wajib haji, serta praktik ibadah seperti thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga tahallul.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri utama H. Hasan Basri, S.Ag., M.Pd., selaku Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Kota Depok. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa manasik merupakan bekal utama agar jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan benar, tertib, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Menurut H. Hasan Basri, manasik bukan sekadar latihan teknis, tetapi juga menjadi sarana penguatan niat, kesabaran, serta pemahaman makna ibadah haji sebagai perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Ia juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan, kekompakan, serta disiplin selama menjalankan ibadah.
Selain itu, ia turut menjelaskan mengenai layanan jamaah selama berada di embarkasi, yang menjadi tahap awal sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Di embarkasi, jamaah akan memperoleh berbagai fasilitas seperti pemeriksaan kesehatan akhir, pembagian living cost, penerimaan paspor dan visa, serta penguatan bimbingan ibadah.
Ia menekankan bahwa masa di embarkasi bukan hanya waktu menunggu, melainkan bagian dari rangkaian ibadah yang harus dijalani dengan sabar, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Tidak hanya itu, H. Hasan Basri juga memberikan arahan terkait aktivitas jamaah selama berada di bandara dan di pesawat. Ia menyampaikan bahwa proses keberangkatan dari bandara merupakan tahapan penting yang membutuhkan kedisiplinan, mulai dari pemeriksaan dokumen perjalanan, proses check-in, pemeriksaan keamanan, hingga menunggu jadwal penerbangan.
Selama berada di bandara, jamaah diimbau untuk tetap bersama rombongan, mengikuti arahan petugas, menjaga barang bawaan, serta memperbanyak doa dan dzikir sebagai bagian dari persiapan spiritual sebelum memasuki perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
Sementara itu, selama penerbangan, jamaah disarankan memanfaatkan waktu dengan kegiatan ibadah seperti berdzikir, membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalawat, serta menjaga kondisi tubuh dengan istirahat yang cukup. Jamaah juga diingatkan untuk menjaga ketertiban, memperhatikan kesehatan, serta mengikuti instruksi awak pesawat dan petugas haji agar perjalanan berlangsung lancar dan jamaah tiba dalam kondisi prima.
H. Hasan Basri juga menekankan pentingnya memahami makna spiritual dari tahapan awal ibadah haji, khususnya saat memasuki miqat, mengenakan ihram, dan melantunkan talbiyah. Menurutnya, miqat bukan sekadar batas geografis, tetapi menjadi simbol dimulainya perjalanan suci seorang hamba menuju Allah SWT.
Ia menjelaskan bahwa miqat merupakan momentum ketika jamaah meninggalkan urusan duniawi dan menata kembali niat sepenuhnya untuk beribadah. Pada titik ini, jamaah diajak untuk menyadari bahwa perjalanan haji bukan hanya perpindahan fisik menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan batin menuju ketakwaan dan keikhlasan.
Sementara itu, ihram dimaknai sebagai bentuk kesederhanaan dan persamaan derajat di hadapan Allah. Dengan pakaian ihram yang seragam, jamaah diajak melepaskan simbol-simbol status sosial, jabatan, maupun kebanggaan dunia, serta menghadirkan kerendahan hati sebagai seorang hamba.
Adapun talbiyah, yang dilantunkan dengan kalimat “Labbaik Allahumma Labbaik…”, merupakan wujud jawaban seorang hamba atas panggilan Allah. Talbiyah bukan hanya bacaan, tetapi juga pernyataan kesiapan dan kepasrahan total kepada Allah SWT, bahwa seluruh hidup dan ibadah semata-mata ditujukan untuk-Nya.
Para peserta terlihat khusyuk mengikuti setiap materi yang disampaikan. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kesiapan mental sekaligus mempererat kebersamaan antarjamaah.
Kemenag Kota Depok berharap melalui Bimbingan Manasik Haji Nasional ini, calon jamaah haji khususnya dari Kecamatan Tapos dapat lebih siap, mandiri, serta memahami seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik sehingga dapat menunaikan haji secara sempurna dan meraih predikat haji yang mabrur
(Kontributor: Rafi)


























