
Medan — Lapas Kelas I Medan menggelar hari pertama kegiatan Pembelajaran Alkitab berkelompok bersama Yayasan Pelita Kasih Harapan Baru, Kamis (19/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Nasrani.
Kegiatan pembelajaran berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh WBP secara antusias. Melalui metode belajar berkelompok, para peserta diajak untuk memperdalam pemahaman Alkitab, memperkuat iman, serta menumbuhkan nilai-nilai spiritual yang positif selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.
Pihak Yayasan Pelita Kasih Harapan Baru menyampaikan apresiasi atas komitmen Lapas Kelas I Medan dalam menghadirkan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan. Mereka berharap kegiatan pembelajaran Alkitab berkelompok ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi sarana penguatan iman serta pembentukan karakter positif bagi para peserta.
Di tempat terpisah, Kalapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembentukan kepribadian WBP. Ia menegaskan bahwa Lapas Kelas I Medan terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Yayasan Pelita Kasih Harapan Baru.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan rohani, tetapi juga mengalami penguatan mental dan spiritual sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.*
(Kontributor : Novian)


























