
Semarang – Relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Semarang Semarang Tengah Gabahan dan SPPG Semarang Semarang Tengah Brumbungan mengaku senang dapat bekerja di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka merasakan manfaat nyata, terutama dari sisi peningkatan ekonomi, sehingga berharap Program MBG dapat terus berlanjut.
Sugiyono, Ketua Rukun Warga (RW) sekaligus relawan SPPG Kota Semarang Semarang Tengah Gabahan, mengaku telah mengetahui hal tersebut ketika awal pembangunan SPPG. Sejak dapur tersebut mulai beroperasi, hampir seluruh warganya terlibat bekerja di SPPG tersebut. “Dengan adanya dapur MBG, warga saya yang awalnya pengangguran, sekarang jadi punya pekerjaan,” ujarnya di Semarang, Sabtu (10/1).
Ia menjelaskan, banyak ibu rumah tangga di wilayah RW-nya ikut bekerja di dapur MBG. Para relawan menjalankan berbagai tugas, mulai dari pencuci ompreng, petugas penyiapan bahan makanan, juru masak, bagian pemorsian, hingga petugas pengantar makanan dan sopir. “Warga saya antusias, setiap RT pasti ada yang bekerja di dapur sini,” kata Sugiyono. Ia sendiri bertugas sebagai relawan di bagian keamanan SPPG.
Sugiyono menuturkan, dirinya bekerja sebagai petugas keamanan dengan dua shift, pagi dan siang, dengan jam kerja total 12 jam. Pendapatan yang diterimanya tidak selalu sama dalam satu periode, namun terkadang mendapat tambahan. “Pendapatan setiap 2 minggu kadang Rp1.500.000, kadang Rp1.600.000, kadang Rp1.700.000, tergantung hari liburnya,” kata Sugiyono.
Sementara itu, Irfan, relawan SPPG Kota Semarang Semarang Tengah Brumbungan, telah bekerja di SPPG tersebut sejak 29 September 2025. Sebelumnya, ia bekerja sebagai pengemudi ojek online dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi tersebut mendorongnya bergabung sebagai relawan dapur MBG. “Saya lebih senang bekerja di dapur,” ujarnya.
Di SPPG, Irfan bertugas sebagai relawan kebersihan. Sejak bekerja di dapur MBG, ia mengaku memperoleh penghasilan yang jelas dan pasti. “Kalau bekerja di dapur, saya mendapatkan pendapatan pasti Rp110.000 per hari,” ujarnya.
Baik Sugiyono maupun Irfan mengaku menikmati pekerjaannya di dapur MBG. “Kita enjoy bekerja di sini,” kata Sugiyono. Senada dengan itu, Irfan mengungkapkan kegembiraannya karena mendapat banyak rekan baru. “Selain itu juga ada acara olahraga bareng, mini soccer, bersama kawan-kawan,” ujarnya.
Keduanya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Program MBG. “Alhamdulillah dengan adanya MBG, ekonomi masyarakat meningkat. Biasanya kekurangan, sekarang kebutuhan menjadi terpenuhi,” kata Sugiyono. Dampak positif lainnya, jika masak berlebih, makanan kemudian dibagi-bagi ke warga sekitar dalam acara Jumat berkah. Sugiyono dan Irfan juga memiliki harapan yang sama, yaitu agar Program MBG terus berlanjut. “Saya berharap MBG tidak dihentikan,” kata Irfan.
(Kontributor: Rafi)


























