
Pandaan – PLN Unit Pelaksana Pendidikan dan Latihan (UPDL) Pandaan menggelar Apel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen K3 Tahun 2026 sebagai upaya penguatan Budaya K3 untuk mewujudkan Zero Harm dan Zero Loss. Acara berlangsung di Jl. Surabaya–Malang KM 50, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Rabu, 28 Januari 2026.
Apel K3 Nasional mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” dipimpin oleh Manager PLN UPDL Pandaan, Stozn Romeo, yang membacakan amanat Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa kecelakaan kerja merupakan alarm keras yang menunjukkan masih adanya celah dalam sistem keselamatan dan kesehatan kerja, baik pada tataran korporasi maupun nasional.
“Kecelakaan kerja adalah alarm keras bahwa masih ada celah dalam sistem kita. Satu kecelakaan kerja bukan hanya kegagalan teknis, melainkan kegagalan sistem,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut. Dijelaskan bahwa kecelakaan kerja terjadi akibat masih adanya proses kerja yang tidak aman, peralatan yang tidak layak, pengawasan yang belum optimal, serta budaya K3 yang belum sepenuhnya mengakar.
Oleh karena itu, tantangan K3 saat ini tidak dapat disikapi dengan pendekatan parsial atau reaktif. Dibutuhkan lompatan cara berpikir dan cara kerja agar penerapan K3 dapat dilakukan secara menyeluruh, konsisten, dan berkelanjutan di seluruh proses kerja.

Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan ini dilanjutkan dengan Penandatanganan Komitmen K3 Tahun 2026 dalam rangka penguatan Budaya K3. Komitmen tersebut menegaskan upaya PLN UPDL Pandaan dalam mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja di seluruh proses bisnis, menerapkan K3 secara konsisten dalam setiap aktivitas kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan tempat pembelajaran yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi pegawai, peserta pembelajaran, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan.
Penandatanganan komitmen dilakukan oleh perwakilan manajemen PLN UPDL Pandaan bersama perwakilan manajemen mitra kerja UPDL Pandaan, di antaranya PT Semanggi Tiga, PT Haleyora Powerindo, dan PT Pratama Mitra Sejati, sebagai wujud sinergi dan tanggung jawab bersama dalam penerapan K3.
Dalam keterangannya, Manager Senior PLN UPDL Pandaan Stozn Romeo menegaskan bahwa penerapan K3 tidak boleh berhenti pada tataran seremonial, melainkan harus menjadi budaya kerja sehari-hari.

“Penandatanganan komitmen ini adalah momentum. Namun yang diharapkan adalah kesediaan seluruh insan kerja untuk menjadikan K3 sebagai budaya keseharian, bukan sekadar slogan atau simbol,” ujarnya saat dikonfirmasi Paradigma Bangsa.
Ia menambahkan bahwa, budaya K3 tercermin dari kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), konsistensi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta keberanian pekerja untuk menghentikan pekerjaan apabila kondisi dinilai tidak aman (unsafe condition), seperti APD yang tidak lengkap atau SOP yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
“Jika pekerjaan tetap dilanjutkan dalam kondisi tidak aman, maka hasilnya juga tidak akan aman dan berpotensi menimbulkan insiden atau kecelakaan kerja. Penandatanganan komitmen oleh manajemen menjadi jaminan bahwa keselamatan dan kesehatan seluruh pekerja benar-benar diprioritaskan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Stozn Romeo menekankan bahwa penerapan K3 harus dilakukan secara disiplin meskipun tanpa pengawasan. Sebagai contoh, saat bekerja di area bertegangan atau di ketinggian, meskipun hanya sekitar tiga meter dan tidak ada yang melihat, pekerja tetap wajib menggunakan full body harness dan APD lainnya sesuai ketentuan.
“Harapan kami, seluruh tenaga kerja disiplin terhadap SOP, patuh menggunakan APD, dan berani menghentikan pekerjaan jika kondisinya tidak aman. K3 tidak hanya diterapkan di Bulan K3 saja, tetapi harus menjadi rutinitas setiap hari,” pungkasnya.
Sementara itu, Arya Junadi dari Tim TL K3 dan KAM memaparkan rangkaian kegiatan K3 yang dilaksanakan di lingkungan PLN UPDL Pandaan, di antaranya edukasi K3, simulasi Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), kegiatan donor darah, senam pekerja sehat, audit K3 terhadap mitra kerja, serta penandatanganan komitmen K3.

Pada kesempatan yang sama, Dwi Cahyono, selaku Admin Laboratorium, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas apresiasi yang diberikan oleh manajemen PLN UPDL Pandaan sebagai Pemenang Lomba Kategori Tenaga Kerja dengan Konsistensi Implementasi K3 Terbaik Tahun 2025.
“Saya sangat senang dan berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh manajemen PLN UPDL Pandaan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya pribadi untuk terus konsisten menerapkan prinsip K3 dalam setiap aktivitas kerja. Bagi kami, K3 bukan hanya kewajiban, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari untuk memastikan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan bersama di lingkungan laboratorium,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PLN UPDL Pandaan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya K3 di seluruh lingkungan kerja dan pembelajaran. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan kondisi kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba K3 sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kepedulian terhadap penerapan K3. (bill)


























