Surabaya – Bahasa Cangkru’an adalah bahasa sehati-hari bagi masyarakat bawah yang biasa didampingi dengan kopi dan makanan kecil lainnya dan tempatnya pun di ruang sederhana. Namun begitu kalimat tersebut menjadi viral setelah beberapa institusi Polri dijadikan suatu kegiatan rutin untuk selalu berdekatan dengan warga wilayah hukumnya.
Seperti yang selalu dilakukan oleh Kapolsek Krembangan, Kompol Esti Setija Oetami,SH yang baru satu bulan beberapa hari menjabat Kapolsek Krembangan yang sebelumnya menjabat di Polsek Rungkut. Kompol Esti Setija Oetami, SH sosok Polwan yang tidak kalah dengan Kapolsek lainnya, dalam segi kegiatan Cangkru’an santai sambil ngopi bersama warga wilayah hukum Polsek Krembangan Kota Surabaya.
Pada hari Senin, 01 Oktober 2018 pukul 19.30 wib hingga selesai 23.00 bertempat di Balai RW V Kel. Dupak Jl. Dupak Bangunsari Kota Surabaya telah dilaksanakan cangkrukan Kamtibmas Tiga Pilar bersama Kapolres Pelabukan Tanjung perak dengan warga Masyarakat RW V yang dihadiri 75 orang dan hadir pula dalam kegiatan tersebut,
1. Kapolres Pelabuhan Tg Perak.
2. Kabag Ops Polres Pel Tj Perak
3. Kapolsek Krembangan
4. Kasat Sabhara Polres Pel Tj.Perak
5. Camat Krembangan.
6. Danramil Krembangan
7. Lurah Dupak
8. Wakapolsek Krembangan
9. Seluruh Kanit Polsek Krembangan
10. Anggota Polsek Krembangan
11. RW 05 Kel Dupak
12. RT 01 SD 16 RW V Dupak
13. 40 orang Ibu PKK
Acara dibuka tepat pukul 19:30 wib oleh Ketua RW V Dupak yang langsung dilanjutkan sambutan Pembukaan oleh Kapolsek Krembangan, Kompol Esti Setija Oetami,SH menyampaikan maksud dan tujuan Cangkrukan aparat negara Tiga Pilar ingin mendekatkan diri ke masyarakat dan menampung semua harapan dan keinginan masyarakat guna dapat mewujudkan pelayanan prima Tiga Pilar terhadap masyarakat dan ucapan terimakasih atas kerjasama serta antusiasnya menghadiri kegiatan Cangkrukan ini serta memperkenalkan diri sebagai Kapolsek Krembangan yang baru.
Sedangkan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak memperkenalkan diri selaku Kapolres dan menyampaikan bahwa di surabaya ada dua Polres yaitu Polrestabes dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak keduanya ada di wilayah Kota Surabaya. Kapolres juga sampaikan Program unggulan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak dan menyampaikan tips menangkal curanmor yaitu dengan cara memberi kunci ganda atau setir di belokan kanan lanjut dikunci stir serta ditambah kunci ganda pada rantai atau rem cakramnya, serta memberikan pemahaman akan kegiatan Cangkrukan bersama Tiga Pilar untuk membawa ke arah yang lebih baik dan lebih maju.
Dalam cangkru’an tersebut juga diadakan tanya jawab terbuka sepertinyang ditanyakan oleh Ibu PKK bernama Yenni, Wakil Ketua PKK I terkait pengurusan SIM yg sangat sulit namun kalau melalui calo gambang dengan biaya yg lebih mahal yang langsung di jawab oleh Kapolres bahwa masyarakat dalam mengurus SIM (Surat Ijin Mengemudi) memang harus bisa lulus melalui test yang dilaksanakan, karena kalau tidak lulus test kemudian bisa mendapatkan SIM itu sama dengan menjerumuskan masyarakat, dan apabila menemui calo agar melaporkan kepada pimpinan guna dapat ditindak oleh pimpinan.
Dilanjutkan pertanyaan dari Sugiono, dengan permasalah masyarakat mengendarai sepeda motor STNK Pajak mati apakah ditilang dan masalah pelaku kejahatan ditangkap massa bagaimana perkaranya terhadap massa tersebut? Kapolres menjawab, “untuk masalah tilang apabila tidak puas silahkan orangnya diajak ke kantor dan bisa ditanyakan ke Kasat Lantas dan masalah pelaku dimassa jangan sampai dilakukan, sebaiknya diamankan dan diserahkan ke polisi karena apabila dilakukan akan berakibat masalah baru dan pelakunya akan berhadapan dengan hukum.
Pertanyaan selanjutnya dari Imam warga setempat, terkait FKPM sudah ada dan belum dilantik namun sekarang sudah dibentuk pokdar kamtibmas?
Jelas Kapolres bahwa FKPM itu memang sudah ada dan tidak perlu dilantik jadi untuk mendapat pengakuan dari masyarakat maka FKPM itu harus bisa menunjukkan keberhasilannya dalam kegiatan menyelesaikan masalah sebagai Mitra Polri dalam membantu memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat agar tidak berkembang menjadi masalah yg lebih besar.
Pokdar Kamtibmas dibentuk untuk mengajak masyarakat berpartisipasi meningkatkan kepedulian dalam menjaga dan memelihara situasi Kamtibmas tetap aman, nyaman dan sejuk kondusif. Dengan beberapa pertamyaan warga setempat dan yang langsung mendapatkan jawaban dari Kapolres menjadi jelas semuanya dan nampak ekspresi warga dengan menganggukan kepala tanda telah paham semuanya.
Dalam sambutan Camat Krembangan menyampaikan kepada warga yang belum E-KTP, agar mengecek ke kantor kecamatan dan harus di aktifasi di kantor kecamatan serta menyampaikan tentang sosialisasi Command center 112, jika ada kejadian kamtibmas dimasyarakat silahkan menghubingi telepon 112. Setelah selesai sambutan dari Camat Krembangan dilanjutkan sambutan Danramil Krembangan yang juga memperkenalkan diri selaku pejabat baru di Koramil Krembangan dan meminta dukungan untuk menjaga keamanan bersama dan menjaga kesatuan persatuan dilingkungan kita bersama.
Sebelum acara ditutup warga masyarakat melakukan deklarasi Anti HOAX dan Deklarasi Pemilu damai, Aman dan Sejuk, hingga pukul 23.00 wib acara selesai dan ditutup dalam keadaan tertib dan aman kondusif. (esti|mark|red)