oleh

Refleksi Akhir 2025, GPS Malang Teguhkan Komitmen Sosial Menuju 2026

GPS Malang saat acara podcast di Malang Creative Center (MCC), Jl. A. Yani No. 53 Kota Malang, pada Minggu, 11 Januari 2026. Foto: Bill

Malang – Mengakhiri 2025, komunitas sosial GPS Malang menggelar refleksi perjalanan sekaligus menyampaikan harapan baru dalam menyongsong 2026. GPS Malang yang merupakan singkatan dari Gandrung Peduli Sesama terus menunjukkan konsistensinya sebagai komunitas yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.

Ketua GPS Malang, Hernoko, yang akrab dipanggil Mas Heng, memaparkan bahwa, GPS Malang terbentuk pada 13 Desember 2018. Komunitas ini lahir dari kebersamaan delapan orang di wilayah Malang Raya yang memiliki kesamaan visi dan misi dalam kepedulian sosial.

“GPS Malang hadir sebagai wadah untuk menyalurkan kepedulian dan empati kepada sesama, berangkat dari kegandrungan untuk berbuat baik secara bersama-sama,” tuturnya saat acara podcast di Malang Creative Center (MCC), Jl. A. Yani No. 53 Kota Malang, pada Minggu, 11 Januari 2026.

Dalam perjalanannya, GPS Malang terus berkembang dengan berbagai kegiatan sosial yang terstruktur. Edi Subroto, Wakil Ketua GPS Malang, menjelaskan bahwa hingga kini terdapat lima program unggulan yang menjadi motor utama kegiatan komunitas.

“Kelima program tersebut meliputi: SENASIB (Sedekah Nasi Bungkus), SANDUY (Santunan Dhuafa dan Yatim), SAPA (Santunan Panti Asuhan), SENJATA (Santunan Sejuta Berkah), dan PEDAS (Peduli Saudara Sejati),” urai pria yang kerap disapa Kaboels Bandira Signora itu.

Nama-nama program yang unik dan mudah diingat ini, menurut Kaboels, terinspirasi dari ide kreatif sang sekretaris GPS Malang, Supratman Wakidjan, sebagai upaya agar gerakan sosial lebih dekat dengan masyarakat.

“Seluruh program tersebut dijalankan dengan mengusung slogan, “Hamasah Pejuang Kemanusiaan, Djiwa Sosial On Terus, Peduli Berbagi Berempati kepada Sesama,” ungkap Kaboels.

Dari sisi pengelolaan keuangan, Siti Maisaroh, bendahara GPS Malang yang juga berprofesi sebagai pengajar di TK ABA 12 Klampok Singosari, menegaskan prinsip transparansi dan amanah dalam setiap kegiatan.

“Uang kas GPS Malang selalu dinolkan. Artinya, setiap dana yang masuk langsung disalurkan sesuai amanah kegiatan agar tidak menimbulkan fitnah dan tetap menjaga kepercayaan,” jelasnya.

Melalui refleksi di akhir 2025 ini, GPS Malang berharap pada 2026 dapat semakin solid, memperluas jangkauan kepedulian, serta terus menjadi bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan jiwa sosial yang terus menyala, GPS Malang berkomitmen untuk melangkah ke 2026 sebagai pejuang kemanusiaan yang konsisten dan berkelanjutan. (bill)

Bagikan