Surabaya, 5 Januari 2026,— Satgaspam TNI AL Bandara Internasional Juanda berhasil menggagalkan upaya pengiriman paket barang berisi ribuan bungkus rokok ilegal tanpa pita cukai yang akan dikirim melalui jasa ekspedisi udara di Regulated Agent PT. Integrasi Aviasi Solusi (RA PT. IAS) Cargo Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, pekan lalu.
Dansatgaspam Bandara Juanda Letkol Laut (P) Rei Terianom, mewakili Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Gugus Wahyu Setyo Utomo mengungkapkan penggagalan tersebut bermula saat petugas Acceptance melakukan pemeriksaan dan penimbangan terhadap 25 koli barang kiriman dari PT. Pos Indonesia melalui ekspedisi Lion Parcel. Saat proses pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray, petugas operator mencurigai ketidaksesuaian antara tampilan layar monitor dengan dokumen Surat Pemberitahuan Tentang Isi (SPTI) yang mencantumkan isi paket berupa “mangkuk plastik”.
Menindaklanjuti kecurigaan paket barang yang rencananya akan dikirim menggunakan pesawat Lion Air JT-882 dengan tujuan Lombok tersebut, petugas melakukan pemeriksaan manual dan menemukan bahwa salah satu koli berisi rokok tanpa pita cukai. Temuan ini segera diamankan Satgaspam TNI AL Bandara Internasional Juanda untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Personel Satgaspam TNI AL Bandara Internasional Juanda kemudian melaksanakan pemeriksaan lanjutan dan menerima penyerahan paket barang ilegal tersebut dari pihak RA PT. IAS. Seluruh paket diamankan dan dibawa ke Kantor Satuan Pengamanan Lanudal Juanda untuk dilakukan pendataan serta penimbangan ulang.
Dari hasil pemeriksaan ulang, diketahui total paket berjumlah 25 koli dengan berat keseluruhan mencapai 333,365 kilogram. Pembongkaran terhadap salah satu dus menemukan rokok tanpa pita cukai berbagai merek sebanyak 100 bungkus dengan total kesuluruhan mencapai 2500 Bungkus. Saat ini, barang bukti rokok ilegal tersebut diserahkan ke Bea Cukai Juanda untuk proses hukum lebih lanjut.
Keberhasilan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan serta mendukung keamanan di objek vital nasional seperti Bandara Juanda yang telah ditekankan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
(Dispenal|Vanesa)


























