
Lebih lanjut disampaikan bahwa kekuatan TNI yang bersandar kepada rakyat merupakan bentuk aplikasi pertahanan semesta yang melibatkan seluruh potensi bangsa. Kebersamaan TNI – Rakyat merupakan Centre of Gravity dari sistem pertahanan semesta. Oleh karena itu, TNI senantiasa membangun mekanisme kerja dan hubungan kelembagaan dengan segenap komponen bangsa, dalam rangka meningkatkan ketahanan masyarakat dan ketahanan nasional.
Menurut Panglima TNI dalam amanatnya, bahwa Indonesia akan terus menghadirkan TNI pada penyelesaian konflik Internasional di bawah bendera PBB sesuai amanah UUD tahun 1945 dengan mengirimkan prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB. Pasukan PBB cukup berhasil karena selain dapat berbaur dan diterima keberadaannya oleh masyarakat setempat juga menjadi contoh bagi pasukan perdamaian lainnya. Hal ini bisa terwujud karena TNI selalu menjunjung tinggi kearifan lokal dimanapun prajurit TNI tersebut berada.

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI berpesan agar seluruh prajurit TNI senantiasa menempatkan tugas di atas segala-galanya, karena tugas adalah kehormatan, harga diri sekaligus kebanggaan.
Upacara peringatan HUT TNI yang dilaksanakan di medan tugas dan jauh dari tanah air tercinta merupakan salah satu momen spesial sekaligus membanggakan karena tugas yang diemban oleh prajurit Satgas Maritim TNI KONGA XXVIII-I/UNIFIL 2016 adalah tugas negara yang telah diamanahkan oleh UUD 1945 yakni tugas untuk berpartisipasi sebagai penjaga perdamaian sebagaimana yang disampaikan dalam amanat Panglima TNI. Hal ini akan menambah serta mengokohkan semangat para prajurit satgas Maritim TNI untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menunaikan misi sebagai duta bangsa Indonesia dengan selalu memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI serta Trisila TNI AL.(Satgas Pen Lebanon/red)