
Malang – Dalam rangka menyambut Hari Kartini 2026, KSK Indonesia menyelenggarakan kegiatan podcast bertema “Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera” pada Minggu, 19 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Malang Creative Center (MCC) Lantai 2, Kota Malang, yang disiarkan secara online melalui platform TikTok maupun offline.
Podcast tersebut menghadirkan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sitirejo, Any Setyowati, sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan itu, ia membahas peran penting perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Any Setyowati menjelaskan bahwa, PKK Desa Sitirejo memiliki peran aktif dalam meningkatkan kapasitas perempuan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan keterampilan, penyuluhan kesehatan, serta pembinaan keluarga. Ia menegaskan bahwa, PKK menjadi wadah bagi perempuan untuk berkembang, berpartisipasi, dan berkontribusi dalam pembangunan desa.
Sejumlah program unggulan yang dijalankan antara lain pelatihan UMKM, pengelolaan pangan keluarga, serta kegiatan kesehatan seperti posyandu dan edukasi gizi keluarga. Program-program tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

“Insyaallah Mei mendatang kami juga akan menerapkan Program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) sebagai inisiatif Badan Pangan Nasional untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat,” jelas Any sapaan akrabnya.
Dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi, PKK turut memberikan pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha kecil, serta mendorong pemanfaatan potensi lokal agar memiliki nilai ekonomi. Selain itu, strategi peningkatan partisipasi perempuan dilakukan melalui pendekatan persuasif, pemberian motivasi, serta penyelenggaraan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketika ditanya, adakah kisah inspiratif selama menjadi ketua PKK? Any mengungkapkan adanya kisah inspiratif dari anggota PKK, termasuk penyelenggaraan lomba fashion show khusus bagi perempuan yang memiliki berat badan lebih atau dengan kategori gemuk, sebagai bentuk pemberdayaan dan peningkatan rasa percaya diri. “Saat itu kami ingin menyelenggaran kegiatan berbeda, lantas muncullah ide fashion show yang diperuntukkan kaum ibu-ibu gemuk dengan harapan mereka lebih percaya diri dan tidak merasa minder,” kenang Any.
Seiring perkembangan teknologi, PKK Desa Sitirejo mulai beradaptasi dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk promosi kegiatan, pemasaran produk UMKM, serta penyebaran informasi kepada masyarakat, termasuk generasi muda.
Menurut Any, podcast merupakan media yang efektif dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat karena mudah diakses, fleksibel, dan mampu menjangkau berbagai kalangan dengan penyampaian yang santai namun informatif.

Dalam konteks peringatan Hari Kartini, ia memaknai emansipasi perempuan sebagai kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkembang, memperoleh pendidikan, serta berkontribusi tanpa meninggalkan peran dalam keluarga. Ia berharap perempuan Indonesia, khususnya di tingkat desa, terus meningkatkan kapasitas diri, percaya diri, dan mampu menjadi pilar utama dalam keluarga maupun masyarakat.
“Perempuan harus terus berdaya, tidak takut mencoba hal baru, serta tetap berkontribusi positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Kepala Desa Sitirejo, Buwang Suharjah, dalam acara podcast tersebut turut berpartisipasi dengan menyampaikan pesan kepada masyarakat khususnya pada warga Sitirejo.
“Sitirejo bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang hidup yang kita rawat bersama dengan rasa, karya, dan doa yang nyata. Saya merasakan kekuatan terbesar desa ini ada pada kebersamaan warganya, sederhana namun kokoh, tenang namun penuh makna. Mari kita jaga persatuan, saling peduli, dan terus bergerak membangun, karena desa yang maju lahir dari hati yang mau bersatu, bukan hanya dari rencana yang tersusun rapi,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dapat terus menginspirasi perempuan Indonesia untuk semakin berdaya dalam mewujudkan keluarga sejahtera dan masyarakat yang maju.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan penghargaan secara simbolis kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan dengan berbagi pengalaman dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (an)


























