
Kendari, 10 Januari 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya di Provinsi Sulawesi Tenggara atas kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di sepanjang tahun 2025.
Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Konsolidasi Program Prioritas UPT Kemendikdasmen Provinsi Sulawesi Tenggara, (Jumat, 9/1). “Atas nama Kemendikdasmen, saya menyampaikan terima kasih kepada UPT, Dinas Pendidikan Provinsi/Kota/Kabupaten dan segenap pemangku kepentingan pendidikan di Sulawesi Tenggara yang terus menunjukkan komitmen nyata dalam melakukan sinergi dan kolaborasi,”.
“Kolaborasi yang telah terjalin menjadi pemantik semangat untuk dapat bekerja dengan lebih baik lagi demi terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua di tahun 2026,” ujar Menteri Mu’ti saat membuka Rakor.
Selain itu, Menteri Mu’ti juga menekankan pentingnya keberlanjutan dampak kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh penerima manfaat program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. “Proses pembelajaran harus semakin ditingkatkan mutunya. Kami mendorong satuan pendidikan penerima manfaat,”.
“Kami juga mendorong setiap guru tidak hanya menjadi agen perubahan, namun juga menjadi agen peradaban. Kemendikdasmen terus berupaya meningkatkan kompetensi guru lewat berbagai pelatihan seperti Program Rekognisi Pembelajaran Masa Lampau (RPL), Pendidikan Profesi Guru, peningkatan kompetensi guru Bimbingan Konseling, Bimbingan Konseling untuk guru-guru non-Bimbingan Konseling, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, serta peningkatan kompetensi lainnya,” sambung Menteri Mu’ti.
Tak ketinggalan, Menteri Mu’ti juga menyampaikan di tahun 2025 telah dilaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA yang berlangsung baik, serta hasilnya telah diumumkan secara nasional. “Di tahun 2026, kiranya BPMP dan UPT Kemendikdasmen di daerah khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara dapat mengawal penyelenggaraan pelaksanaan TKA untuk Kelas VI SD dan Kelas IX SMP. “Pelaksanaan Hasil TKA tersebut akan menjadi pertimbangan penerimaan murid baru di jenjang selanjutnya lewat jalur prestasi,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, dukungan atas pelaksanaan Rakor disampaikan oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka. “Selaku Pemerintah Provinsi menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang telah dilaksanakan di Sulawesi Tenggara. Kami terus berkomitmen meningkatkan sumber daya manusia serta perluasan akses pendidikan,”.
*Program Inovasi Pemda Dukung Pendidikan Bermutu di Daerah*
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan melakukan inisiasi terciptanya SD dan SMP Unggul untuk selanjutnya lulusannya ditargetkan dapat menjadi murid di SMA Unggul Garuda yang telah dibangun di Sulawesi Tenggara. Selain itu, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Sulawesi Tenggara akan kami dorong sebagai salah satu penggerak peningkatan ekonomi daerah.
“Salah satunya kolaborasi dengan Kemendikdasmen dalam hal menciptakan program peningkatan kompetensi SMK bidang pertanian dan perikanan di Sulawesi Tenggara untuk menjadi penyedia bahan baku makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelas Gubernur Andi Sumangerukka.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara, Junaiddin Pagala, mengatakan sepanjang tahun 2025, BPMP telah melakukan sinergi dan kemitraan dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kota/Kabupaten di Sulawesi Tenggara.
“Pelaksanaan program prioritas pada tahun 2025 di Provinsi Sulawesi Tenggara menunjukkan dampak positif. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan telah menyasar 348 satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK. Sementara itu, hingga Desember 2025, sebanyak 4.465 satuan pendidikan sudah menerima bantuan Papan Interaktif Digital (PID), dan 2.131 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) turut memperoleh pendampingan pengelolaan bantuan sarana digitalisasi pembelajaran,” pungkas Junaiddin.
Mengakhiri laporannya, Junaiddin menyampaikan, BPMP bersama dengan UPT Kemendikdasmen lainnya di Sulawesi Tenggara yaitu Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Tenggara serta Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan akan terus memberikan pendampingan pelaksanaan kebijakan dan program prioritas Kemendikdasmen melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se-Sulawesi Tenggara di tahun 2026.
Turut hadir di dalam Rakor yaitu Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Direktur Sekolah Menengah Atas Kemendikdasmen, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.
(Kontributor: Arif)


























