
Pangkalan Brandan— Aktivitas di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pangkalan Brandan kembali berjalan normal. Pasca banjir yang sempat merendam sejumlah area beberapa waktu lalu, rutan memastikan pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan tetap berlangsung tanpa gangguan berarti.
Kepastian itu mengemuka saat Rutan Pangkalan Brandan menerima kunjungan Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Abdullah Rasyid, yang didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, Senin (19/1/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada kegiatan monitoring untuk melihat langsung kondisi rutan pasca bencana.
Kehadiran pimpinan pusat dan wilayah menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan jajaran dalam memulihkan layanan. Sejumlah area ditinjau, mulai dari blok hunian hingga sarana pendukung, guna memastikan warga binaan berada dalam kondisi aman dan terlayani dengan baik.
Di blok hunian, rombongan menyempatkan berdialog langsung dengan warga binaan. Aspirasi diserap, kondisi kesehatan dipantau, serta pemenuhan hak-hak dasar dipastikan tetap berjalan. Bagi pihak rutan, dialog ini menjadi bagian penting dari komitmen pembinaan yang berorientasi pada pendekatan humanis.
Peninjauan juga dilakukan ke dapur sehat rutan. Kebersihan dan tata kelola dapur yang dinilai sesuai standar mendapat apresiasi, mengingat dapur menjadi salah satu penopang utama kesehatan warga binaan, terutama setelah kondisi darurat seperti banjir.
Abdullah Rasyid menilai, kesiapsiagaan jajaran Rutan Pangkalan Brandan patut diapresiasi. Pelayanan dinilai tetap berjalan, pembinaan tidak terhenti, dan lingkungan rutan telah kembali kondusif. Bagi Rutan Pangkalan Brandan, penilaian tersebut menjadi penguat bahwa upaya pemulihan pasca bencana berjalan di jalur yang tepat, sejalan dengan komitmen pemasyarakatan untuk memberikan layanan yang bertanggung jawab dan bermartabat.*
(Kontributor : Novian)


























